Indonesian Young Architect: 1 Are House A Living Space For Bali’s Millennials

Indonesian Young Architect diinisiasi saat perkumpulan arsitek muda menyelenggarakan pertemuan dan mendiskusikan pengalaman mereka di Bali. Melalui forum tersebut Widiadnyana, Principal Somia Design Studio menggagas dan merangkul arsitek muda di seluruh Indonesia khususnya di Bali untuk mendirikan komunitas Indonesian Young Architects. Para arsitek muda mendiskusikan tentang kultur design di Bali dan pembangunan yang begitu cepat sehingga menyebabkan orang Bali kehilangan identiasnya. Tidak hanya itu para arsitek muda ini juga berkeinginan agar hasil diskusi dan gagasan mereka bisa dipublikasikan. Maka ketika itu pula para arsitek muda ini bersepakat untuk membuat komunitas yang bernama “Indonesian Young Architects”. Komunitas ini sebagai wadah pemantik diskusi, kolaborasi, dan melahirkan ide-ide untuk masa depan profesi arsitek di Indonesia bahkan di Asia. Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut.

Pameran bertajuk “1 Are House: A Living Space For Bali’s Millennials” merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Architects. “Are” adalah satuan atau istilah yang lumrah digunakan oleh masyarakat Bali untuk menyebutkan satuan luas tanah. 1 Are setara dengan 100 meter persegi. Melalui kegiatan ini Indonesian Young Architects mengeksplorasi gagasan untuk merancang rumah yang ideal diatas lahan yang luasnya hanya 1 Are.

Indonesian Young Architect
1 Are House

Menurut penelitian di tahun 2030 sebanyak 65% populasi dunia akan tinggal di wilayah Urban. Tidak terkecuali Bali khususnya Denpasar. Populasi manusia yang terus bertambah dan lahan yang terbatas menyebabkan nilai properti terus meningkat yang dapat dilihat dari tingginya harga tanah di Bali. Dampaknya sangat dirasakan oleh generasi muda (milenial). Generasi milenial yang juga dikenal sebagai generasi Y, adalah kelompok generasi yang lahir antara tanhun 1980-2000. Dalam kata lain, generasi milenial saat ini sedang mendominasi angkatan kerja. Meskipun dengan pendapatan tetap yang diperoleh setiap bulannya mayoritas akan berpikir bahwa milenial pada akhirnya bertujuan untuk membeli privat properti sendiri. Namun kenyataanya justru berbanding terbalik.

Berdasarkan penelitian, generasi milenial terancam oleh peningkatan harga properti dan risiko tidak memiliki rumah dalam lima tahun. Pendapatan generasi milenial rata-rata meningkat 10% setiap tahunnya. Kendati demikian peningkatan ini tidak sebanding dengan harga properti yang mengalami peningkatan hinga lebih dari 20% setiap tahunnya.

Menyambut tantangan ini arsitek di Bali melalui Indonesian Young Architect memantik munculnya kreasi para arsitek muda untuk menampilkan ide kreatif mereka dalam mendesign rumah diatas tanah seluas 1 are. Tidak hanya itu, pameran yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Architect juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bahwa tanah yang sempit masih berpeluang menjadi tempat hidup yang nyaman untuk pemanfaatan dan kebutuhan yang berbeda. Diawali dengan perencanaan yang cermat, design yang kreatif, dan pemahaman terhadap kebiasaan dan lifestiyle pengguna, Rumah 1 are bisa mejadi ruang hidup yang baru bagi generasi milenial Bali.

GENAH KASUKERTAN, RUMAH 1 ARE KREASI SOMIA DESIGN

Arsitek Muda dari Somia Design memiliki gaya tersendiri dalam menterjemahkan Rumah 1 Are untuk generasi milenial Bali. Beranjak dari tradisi keluarga di Bali yang dalam 1 rumah umumnya terdiri dari 3 generasi, tim arsitek Somia Design mengkemasnya dalam desaign rumah apik yang bertajuk Genah Kasukertan. Rumah ini didesign sedemikan rupa untuk menghadirkan keseimbangan dari aktivitas sehari-hari penghuni berdasarkan keyakinan dan kegiatan agama.

Rumah ini juga menekankan pada penggunaan cahaya alami yang kemudian bertindak sebagai elemen untuk membentuk ruang di dalam rumah dan memberikan ruang untuk udara alami bergerak dan berhembus di dalam ruangan. ini adalah faktor yang didasari atas keadaan faktual yang kemudian membuat jenis rumah ini relevan sebagai hunian masa depan.

Indonesian Young Architect

 

“Architecture is really about well-being. I think that people want to feel good in a space… On the one hand it’s about shelter but it’s also about pleasure.”

-Zaha Hadid